Penjual Makanan di Area Kampus Belakang Unsoed yang Siap Layani Aktivis Sarapan Pagi

Sebagai mahasiswa aktivis sarapan yang biasa makan jam 6 pagi, saya bisa merasakan betapa tidak enaknya harus menunda sarapan barang 30 menit saja. Oleh karena itu, saya ingin menginformasikan bahwa ada penjual makanan atau dalam hal ini warung yang siap melayani pembeli pada jam 6 pagi. Yaa siapa tahu ada yang seperti saya atau tiba-tiba membutuhkan makanan pada jam 6 pagikan?

Kalau ada yang nanya, "Spek-nya gimana?" Tenang aja, menu harian di warung-warung makan ini bervariasi, kok. Bahkan, ada yang sekaligus menjual buah-buahan juga. Harganya mahasiswa banget pula. Nah, berikut beberapa di antaranya.

Warung Makan Al-Maidah

Lima ribu bisa menjauhkan diri dari obat gangguan lambung karena bisa makan nasi dan sayur suka-suka? Warung Makan Al-Maidah solusinya. Duh, udah kayak BA-nya Al-Maidah aja, tapi kalian emang bisa ambil nasi sekenyang perut. Boleh makan di tempat juga, sehingga mungkin bagi kalian yang akan kelas pagi, bisa sekalian ke kampus. Oiya, di sini setiap hari pasti ada ayam dan telur goreng serta rica-rica, beberapa jenis ikan goreng, dan tiga jenis sayur yang tiap hari variannya berubah-ubah. Lokasinya di Jalan Gunung Srandil, tepatnya di depan lapangan Karangwangkal.

Warung Tikungan

Sama kayak Warung Makan Al-Maidah, tapi belum menerapkan prasmanan dan makan di tempat, sehingga khusus buat yang sukanya makan di kos atau makan dibawa ke kampus aja, ya. Warung Tikungan ini menyediakan menu yang setiap harinya juga berubah-ubah, bedanya selalu ada buah-buahan dan sayur berkuah di sini, misalnya sayur bayam dan sayur sop. Lokasinya di tikungan Jalan Gunung Srandil (dari Jln. DR. Soeparno, masuk Jln. Gunung Srandil, lalu lurus aja sampai mentok di tikungan, maka kalian akan menemukan gerobak berwarna jingga). Sebagai informasi, Warung Tikungan belum memiliki nama, sehingga pada artikel ini saya namakan Warung Tikungan untuk memudahkan kalian dalam mencarinya.

Warung Pertigaan

Sebagaimana Warung Tikungan, Warung Pertigaan ini juga belum memiliki nama. Kalau nanti kalian ke sana, mungkin boleh ngasih saran ke penjualnya, ya.

Oiya, sistem pelayanan Warung Pertigaan sama kayak Warung Tikungan yaitu belum melayani prasmanan dan makan di tempat. Bedanya ada pada menu. Warung Pertigaan menyediakan nasi putih, nasi uduk, dan nasi kuning , tapi belum menyediakan buah-buahan dan sayur berkuah. Lokasinya di Jln. Jaelani tapi dekat Jln. Dr. Soeparno. Kalau kata warga lokal, lokasi ini namanya: pertigaan kelurahan lama. Nah, di pertigaan ini kalian akan menemukan dua penjual dengan masing-masing gerobaknya. Keduanya memiliki spesifikasi sebagaimana yang saya jelaskan ini.

Warung Makan Dilla

Pengin nasi kuning atau nasi uduk dengan berbagai lauk, tapi makan di tempat? Warung Makan Dilla aja. Iya, Warung Makan Dilla sistem pelayanannya hampir seperti Warung Makan Al-Maidah yang bisa makan di tempat. Bedanya, Warung Makan Dilla belum menerapkan sistem prasmanan. Warung Makan Dilla ini berlokasi di Jln. Gunung Srandil, sebelum tikungan, ya.

Nah, lokasi warung-warungnya strategis, bukan? Bisa banget sekalian jalan ke kampus. Informasi tambahan, persamaan dari warung-warung di atas adalah belum bisa dipesan secara online. Jadi, semangat jalan pagi-pagi sambil menikmati hijau dan estetiknya Gunung Slamet.

Oiya, kalau penjual yang saya sebut di atas membaca artikel ini, saya ucapkan terima kasih banyak telah setia menjalankan tugasnya sebagai pelengkap asupan harian saya—dan banyak mahasiswa lainnya—sampai saya wisuda. Bahkan, sepertinya sampai sekarang pun tetap menjalankan tugas ini di sana. Semangat terus, Bapak/Ibu penjual...