Ternyata varian perlengkapan TK yang Ayah Bunda (selanjutnya akan disebut “Kalian”) pilihkan untuk anak berpengaruh terhadap semangatnya lho! Ada yang pengaruhnya kecil, sedang, dan besar. Kok bisa?
Analoginya seperti saat Kalian makan mi. Coba saja menggunakan sendok teh untuk memakannya. Mungkin bisa tetap semangat kalau makannya bareng keluarga, tapi bakal lebih semangat kalau makan minya menggunakan garpu, kan?
Begitu juga anak-anak. Sesimpel penggunaan lem padat atau cair pun pengaruh terhadap semangatnya cukup besar. Wah, kok bisa begitu? Terus-terus, selain lem apa lagi?
Sebagai seorang yang berkesempatan mengamati aktivitas anak-anak TK kelas A dan berinteraksi dengan mereka, saya merasa berkewajiban menginformasikan hal tersebut sebagai catatan ke depan agar anak-anak semakin semangat 45 dalam berproses tanpa distraksi akibat pemilihan perlengkapan yang kurang tepat. Nah, taraaar… berikut ini informasinya.
Lem
Seperti yang sudah kita singgung sekilas, pemilihan varian lem itu penting banget. Oleh karena itu, saya merekomendasikan untuk memilih lem stik. Walaupun mungkin terkesan kurang meyakinkan karena ngga secair lem Alteco, tapi cukup banget kok buat kelancaran aktivitas menempelnya anak. Di sisi lain, kemungkinan bakal makin semangat 45 karena nggak kesel tiba-tiba akibat lem yang diambil atau dituangkan kebanyakan hingga akhirnya merusak media menempelnya. Waktunya dalam berproses juga semakin efisien karena lebih minim timbul perasaan nggak menyenangkan akibat lem yang baginya tiba-tiba menyebalkan.
Buku Tulis
Energi yang tiap anak gunakan saat menyambung titik demi titik, menulis garis bobo, hingga membuat lingkaran di buku tulisnya berbeda-beda. Ada yang sangat semangat 45, sehingga menjadikan bekasnya sampai ke lima halaman setelahnya. Ada juga yang berenergi sebaliknya, sampai-sampai saya kurang bisa membedakan apakah ini sudah dikerjakan atau belum. Nah, kalau anak Kalian bagaimana? Kalau sudah jelas termasuk tipe semangat 45, lebih baik pilih buku tulis yang ketebalannya baik, misalnya Sinar Dunia. Harapannya, anak semakin semangat 45 karena saat beraktivitas di halaman buku tulis selanjutnya, bekas aktivitas sebelumnya ngga terlalu kentara.
Buku Gambar
Seperti halnya buku tulis, buku gambar juga demikian. Ini juga ada kaitannya dengan lem yang sudah kita bahas di atas. Pernah suatu ketika, buku gambar siswa ngga terlalu tebal dan lem cair yang digunakan kebanyakan saat aktivitas menempel. Alhasil, dua lembar buku gambar pun menjadi dempetan yang menjadikan anak nampak sedih. Oleh karena itu, bisa nih memilih buku gambar yang ketebalannya cukup baik, seperti Sinar Dunia.
Pensil Warna
Pensil warna isi 12 aja cukup untuk pengembangan kreativitas awal kok. Dari 12 warna itu, udah bisa mendukung anak dalam berproses dengan semangat 45, lalu menghasilkan karya-karya estetik. Nah, yang perlu dicatat yaitu pemilihan varian mereknya. Berdasar pengamatan saya, anak-anak banyak menggunakan merek Kenko atau Staedtler. Merek pensil warna itu juga sepertinya mudah dijumpai di etalase toko-toko desa.
Krayon
Krayon juga sama nih, isi 12 sudah cukup. Apalagi kalau baru masuk TK dan masih cukup asing dengan perlengkapan sekolah yang satu ini. Kalau Kalian sudah telanjur memilih varian model koper-koperan yang isinya 48, bisa ambil 12 warna dulu untuk dibawa ke TK. Tujuannya biar aktivitas mewarnai ngga terdistraksi akibat kebingungan panjang dan/atau perubahan mood tiba-tiba dalam memilih warna terbaik. Mereknya saya sarankan TiTi karena kualitasnya bagus dan biasanya hadir di etalase toko-toko desa.
Pensil dan Penghapus
Kalau ini sepertinya sudah banyak yang tahu dan kebetulan kayaknya mudah juga ditemukan. Yap, pensil 2B dan penghapus ala-ala anak SD yang mau UN berbasis kertas. Nah, yang jadi catatan… pengecekan setiap harinya: Bagaimana caranya biar pensil dan penghapus berkualitasnya stay terus di kotak pensil anak.
Soalnya pernah waktu itu…
“Bu… ngga bawa pensil.” Ujar salah satu anak sambil memperlihatkan kotak pensil kosongnya.
“Bu… pensilnya rusak.” Ucap anak yang lain sambil menunjukkan pensil berujung runcing dengan tubuh bergambar bunga-bunga—pensil hadiah camilan yang kurang berkualitas—sehingga tulisan yang dihasilkan kurang jelas dan anak menyebutnya rusak. Sementara itu, pensil berkualitasnya ngga dibawa.
“Bu… pensilnya hilang.” Keluh anak yang lain dengan raut yang menunjukkan semangatnya berkurang.
Iya sih. Di meja guru ada pensil, tapi kalau sekelas kompakan begitu semua dalam satu waktu bagaimana?
Berikan Nama
Bagian ini sudah bukan tentang rekomendasi, tapi masih berkaitan dengan perlengkapan, tepatnya kalimat langsung yang terakhir: Bu, pensilnya hilang. Meskipun hal ini sangat jarang saya jumpai, tapi sangat disarankan memberikan nama di semua alat tulis dan gambarnya, termasuk di masing-masing pensil warna dan krayonnya. Selain alasan hilang, juga biar ngga tertukar. Yap, terkadang anak meletakkan pensil atau alat tulis lainnya di kotak pensil temannya. Bahkan, terkadang pensil yang mulanya 1 menjadi 3. Biasanya kalau sudah seperti itu, mereka datang untuk meminta pendapat mana pensil miliknya. Jika setelah dianalisis dari berbagai faktor benar-benar ngga ditemukan tanda kepemilikan, saya pun menjadi penilai aset dadakan untuk menentukan mana pensil miliknya dan milik teman-temannya~
Oiya, barangkali bingung ngasih namanya, gampang aja kok! Semua bahannya mudah ditemukan di sekitar rumah: Kertas, pulpen, gunting, dan solasi.
Wah, ternyata di balik anak semangat 45 dalam berproses, ada faktor pemilihan alat tulis dan gambar yang tepat. Menariknya, cukup mudah untuk mengupayakannya dari sisi yang kita bisa. Jadi, gas persiapkan yang terbaik menurut versi Kalian untuk ia yang telah Tuhan karuniakan peluang memberikan manfaat terhadap peradaban! Pilih lem padat, buku tulis dan buku gambar berkualitas—misalnya Sinar Dunia, pensil 12 warna—misalnya merek Kenko atau Staedtler, krayon 12 warna—misalnya merek TiTi, pensil dan penghapus ala-ala anak SD mau UN, serta berikan nama di setiap perlengkapan tersebut.