"Pengen banget dapetin dia, tapi mulai dari mana ngedeketinnya? Caranya gimana?" Ucap seorang yang katanya 'perutnya lagi dipenuhi kupu-kupu' alias 'bangun cinta', hwehehe
Hampir sama dengan seorang yang perutnya lagi dipenuhi kupu-kupu, aku yang waktu itu baru ngeh kalo duduk di 'bangku ini' berarti siap buat berjuang ngedapetin 'dia' pun berpikir demikian, "Pengen deh dapetin dia, tapi mulai dari mana ngedeketinnya? Caranya gimana?" Huhu, di tengah gempuran orang berhasil dapetin dia aku masih bingung caranya. Lebih dari itu, aku belum paham 100% tentang siapa dia.
Dia siapa sih? Huhu. Dengan sesekali sambil nangis, aku berusaha berpikir pake otak bahwa dia bukanlah sesuatu yang ngebikin perutku dipenuhi kupu-kupu, sehingga aku ga bakal bisa bilang ke dia, “Hei ayo, nampakkan dirimu… Kita berjuang bareng yuk?” karena di sini akulah yang harus full effort dulu. Lho kok gitu Ya? Karena makna judul tulisan ini gak mengarah ke seorang penyebab adanya 'kupu-kupu dalam perut', tapi mengarah ke data penelitian ilmiah, wkwk.
Nah, waktu aku baru ngeh tentang itu… aku makin ngeh juga tiap dosen nyinggung-nyinggung tentang itu melalui berbagai istilah yang kayaknya baru aku dapet di fase pendidikan ini: pendekatan, metode, teori, dan lain-lain. Otak langsung mikir tuh, maksudnya apa sih? Terus ngirim perintah ke seluruh jiwa raga*halah-halah, wkwk* buat cari tau.
Kebetulan abis kelas ada waktu luang tuh, jadilah cari tau, tapi tetep aja kayak gak dapet sepenuhnya tentang apa yang aku pengen tahu itu. Jadi, semoga tulisan ini bisa bikin Kawans mendapat hal yang Kawans inginkan yaa
Sebelum masuk inti, kayaknya bakal lebih asyik kalau dianalogiin sama someone. Jadi, aku coba yapp
Misal ada orang namanya Fadia, terus ini tentang Fadia:
Namanya Fadia, anak sulung dari tujuh bersaudara. Fadia dan keluarganya lahir dan besar di desa yang masih banyak lahan hijau, sehingga orang tuanya bekerja sebagai petani. Hal itu menjadikan Fadia suka bercocok tanam, sehingga ia terbiasa bangun pagi agar bisa merawat tanamannya dan tetap tidak terlambat ke sekolah karena saat ini dia adalah siswi kelas 12-A. Statusnya sebagai siswi yang sedang berproses dalam meraih impian–penulis–menjadikannya semakin suka membaca, sehingga hal yang ia lakukan di kala waktu luang pun bertambah.
Kalau udah baca, mari kita lupakan deskripsi tentang Fadia sebentar aja, lalu kita merenung bersama…
Miisal Fadia ini subjek penelitian alias sumber data penelitian. Dengan adanya data itu, kita bisa sebut sebagai fenomena. Kalau udah ada fenomena, berarti udah auto bisa diteliti. Ditelitinya bisa dengan berbagai pendekatan pula. Nah, kalo satu skripsi itu biasanya hanya menggunakan satu pendekatan aja. Ya, inget! Belum jelasin tentang pendekatan lhoo… Oiya sengaja, nanti yaa, kita coba masuk praktik mendekati dulu~
Kalo meneliti Fadia, lebih kurang hasilnya gini
Pendekatan keluarga: Fadia anak sulung dari tujuh bersaudara. Orang tuanya bekerja sebagai petani
Pendekatan hobi: membaca dan menulis
Pendekatan pendidikan: siswi kelas 12-A
Misal tiga poin itu adalah simpulan dari tiga skripsi yang meneliti Fadia dengan masing-masing menggunakan pendekatan yang berbeda, terus biasanya di bagian saran atau implikasi (misal) “Untuk peneliti selanjutnya, bisa menggunakan pendekatan kisah cinta”. Kenapa kisah cinta? Alasannya karena pendekatan kisah cinta belum diteliti sebelumnya, sehingga dari berbagai pendekatan itu bakal ngehasilin satu pengetahuan yang utuh (ilmiahnya: holistik): tentang Fadia.
Jadi, ini tuh ibarat BAB Penutup yaa
Gimana cara tau kalo Fadia hobinya membaca dan menulis? Gimana kalo Fadia juga ternyata hobi melukis walau dikit?
Nah, Kawans… begitulah BAB Kajian Pustaka dan Metode Penelitian berfungsi. Yap, kita bisa tau kalo Fadia hobinya membaca dan menulis dengan menggunakan metode yang kita punya, misal kalo merujuk ke buku Metode Penelitian Kualitatif karya H.B. Sutopo, itu ada wawancara.
Terus, kalo ternyata Fadia juga ternyata hobi melukis walau dikit gimana? Nah, banyak sedikitnya itu kalo di penelitian ilmiah ada parameter: syarat dikit yaa begini dan syarat banyak yaa begitu. Parameter itu ada di mana? Parameter itu biasanya ada di teori alias BAB Kajian Pustaka
Kenapa harus wawancara? Parameter banyak dikit nyarinya materi gituan di mana?
Sebenernya gak harus wawancara kok, bisa juga meneliti diam-diam, meneliti lewat orang tuanya, dan lain-lain. Jadi, bebas tapi disesuaikan sama banyak hal, salah satunya data. Alasannya biar hasilnya valid dan bermanfaat, cara terbaiknya gimana? Yap, metode itu bisa dimaknai cara yaa
Kalau parameter banyak dan sedikit, nyarinya di materi perkuliahan Kawans sekalian karena ini kan misal ajaa dan lagi-lagi disesuaikan sama data penelitian
Kalau udah masuk ke ilmiah, berarti pendekatan itu sesuai sama teori
Sekarang mau aku coba implementasiin ke subdisiplin ilmu yang beneran yaa*serius neh, wkwk*
Coba ke pragmatik yapp
Misal ada interaksi seperti ini (yap, lagi-lagi, kita sebut ini sebagai data)
Putra: "Putri, Kamu mau menikah sama aku?"
Putri: "Kamu sama Putria saja!"
Dari data itu, kita bisa analisis dengan berbagai pendekatan yang asiik (biar sesuai judul, tapi emang asik sih, wkwk)
Kita coba fokus ke tuturannya Putri. Fyi, di KTI juga ada fokus penelitian, biasanya fokus penelitian ada di BAB Metode Penelitian
Pendekatan Deiksis: Pada tuturan Putri, ada deiksis persona kedua tunggal berwujud kamu yang merujuk ke Putra.
Pendekatan Tindak Tutur: Pada tuturan Putri menggunakan tindak tutur langsung tidak literal karena modus tuturan tidak sama dengan maksud penutur, sedangkan makna tururan sama dengan maksud penutur.
Pendekatan Prinsip Kerja Sama: Pada tuturan Putri termasuk melanggar maksim relevansi karena tuturan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan mitra tutur (Putra). Yap, harusnya Putri cukup dengan menjawab, "Iya" atau "Tidak" saja.
Nah, itulah bagian singkat dari pembahasan. Gitu aja ternyata bisa diteliti? Yap, betul sekali, banyak banget hal yang bisa diteliti, makanya kayaknya zaman sekarang tuh tiap hari adaaa aja KTI yang terpublikasi baik dalam bentuk skripsi, artikel jurnal, tesis, dan lain-lain. Jadi, dari aku… semangat yuk? Walau di tengah gempuran orang-orang berhasil dapetin dia dan kita masih bingung mulai dari mana, semangat tetep berprogres. Kalau nanti udah tau mulai dari mana*semoga tulisan ini bisa bikin Kawans tau buat mulai dari mana*, semangat percaya diri atas tulisan Kawans sekalian, asal itu murni hasil tulisan Kawans sendiri dan bisa menjawab pertanyaan (rumusan masalah) atas berbagai alasan Kawans bikin KTI (latar belakang), itu udah lebih dari cukup. Semoga tulisan itu bermuara ke kebermanfaatan ya... Sekali lagi, break a leg and keep on the track