Hai, Kawans!
Lagi pengen tahu lebih dalam tentang KKN ya? Nah, Kawans mengunjungi laman yang (menurutku) rada tepat nih.
Yap, KKN, Kuliah Kerja N-nya apa hayo? Wkwk. Kalau yang aku denger-denger dari sekitar, ada yang bilang ngenes, nguli, ngaso, nangis, nikah, dan nyata, hwehehe.
Terus-terus, kok judulnya Sisi Lain KKN, Kuliah Kerja N? Berarti mau bahas ngenes, nguli, ngaso, nangis, nikah, dan nyata itukah? Hm… bisa jadi, tapi lebih tepatnya bakal bahas hal apapun yang berkaitan sama KKN tapi jarang dibahas sebelum lahirnya tulisan ini*berasa kayak lahirnya Pancasila aja, xixi*
Oke, langsung aja yap...
AWAL PAKE BANGET
“Ya, nanti kita KKN di sini kuy!” Ucap salah satu temen yang berbeda jurusan dan fakultas, tapi satu universitas denganku.
Nah, pas temen bilang gitu… aku langsung nyadar kalo di semester 7 bakal ada KKN (Kenapa bisa nyadar? Soalnya liat buku pedoman akademik fakultas, xixi), tapi jujur aja tebersit pikiran, “Aku bakal sampai di masa KKN gak ya?” Haha, haru banget kalo inget masa itu.
Selain itu, aku juga jadi timbul banyak pertanyaan: KKN itu apa? Ngapain aja ya? Sistemnya gimana? Maksudnya kuliah kerja nyata itu gimana? KKN boleh sama yang lintas jurusan dan fakultas ya? KKN itu kayak kelompokankah? Milih temen kelompoknya gimana? Milih lokasinya gimana? Dll..
Nah, semua itu terjawab secara bertahap, mulai dari ngobrol sama kakak tingkat, ikut sosialisasi KKN, diskusi sama teman se-KKN, dan waktu KKN-nya sendiri. Wow, berarti waktu hari pertama KKN masih ada hal yang belum dipahami ya, Ya? Yap betul, karena KKN itu menambah wawasan, Kawans!
Tapi jangan karena aku kayak gitu, Kawans jadi kurang berminat cari informasi karena berharap semuanya bakal mengalir dengan lancar di masa KKN, itu aku karena hal yang kurang bisa kupahami bener-bener belum bisa kutanyain ke siapapun. Sebaliknya, Kawans juga gak boleh khawatir karena asalkan niat Kawans menjalani KKN itu baik, murni pengen mengabdi dan bertekad buat sebaik mungkin ke teman se-KKN maupun yang berhubungan sama tempat pengabdian, itu udah baiiik banget. Yap, tentunya niatnya gak cuma asal gak ngulang KKN, ngikut-ngikut aja, atau bahkan niatnya pengen dapet jodoh? wkwk.
Walau ada pepatah satu kali mendayung, dua pulau terlampaui, tapi kayaknya pepatah tersebut kurang tepat diterapin di masa KKN ini: KKN sambil PDKT. Jadi, semangat nahan! Sebentar aja kok, nanti setelah KKN baru gas yang kenceng, biar semoga jadinya kuliah kerja nikah. Kalo nurutin tulisanmu jadinya si dia keburu dinikahin orang lain gimana? Berarti si dia bukan jodohmu dan pasti Kawans bakal dapat yang terbaik.
Jadi, peringatan di awal nih*halah-halah, peringatan, udah kayak apa aja, wkwk* niatnya lebih difokusin sebagaimana mestinya aja gimana? Soalnya KKN kemungkinan besar cuma sekali seumur hidup, iya, SEUMUR HIDUP. Kalo Kawans lanjut S-2 gak ada KKN lagi, iyakan? Kalopun KKN seumur hidup gak sekali juga mesti berusaha maksimal, iyakan? Soalnya pas kita daftar KKN berarti udah mesti siap menerima tanggung jawab, iyakan?
AWAL AJA
Semester 5, waktu ketika topik KKN mulai ramai dibincangkan di kelas. Lho, Ya. Tadi katanya semester 7? Iya, berdasar penelitian sekilas, mayoritas mahasiswa S-1 melaksanakan KKN di semester 7 (biasanya di liburan semester genap ke semester ganjil yaitu di antara Juni - September, kalau univku Juli - Agustus), tetapi peraturan di setiap instansi beda yaa, termasuk univku bahwa mahasiswa yang akan masuk semester 6 sudah boleh melaksanakan KKN (di liburan semester ganjil ke semester genap yaitu di antara Desember - Februari, kalau univku Januari - Februari) dengan beberapa syarat, seperti jumlah mata kuliah yang telah ditempuh dan IPK.
Aku juga waktu itu punya peluang buat mendaftar, tapi mutusin buat gak daftar karena pengen jadi mayoritas, haha engga deng*tetaplah jadi minoritas asal baik, iyakan?*aku gak daftar KKN Periode Januari - Februari karena berdasar hasil konferensi meja bundar*sok keren*, cek pedoman akademik, dan berkaca... kayaknya aku bakal lebih efektif dan efisien kalo aku ikut KKN Periode berikutnya (periode Juli - Agustus). Konferensinya sama siapa aja, Ya? Nah, konferensi itu sama orang tua dan orang-orang yang kayaknya bisa menjawab kebingunganku.
Tttapi enakan KKN periode Januari gak sih? Pahit-pahitnya kalau gak lolos seleksi berkas bisa daftar lagi di periode Juli, sedangkan kalau periode Juli gak diterima, gimana? Jawabannya, masih bisa daftar di periode berikutnya lagi, jadii berkas dan semuanya disiapkan betul-betul yaa
Nah, ngomongin berkas, sebelum aku ngumpulin berkas pendaftaran KKN, ada juga sosialisasi yang dilaksanain sekitar 3 jam di tiap akhir pekan. Yap! Biar gak ganggu kegiatan perkuliahan karena masa-masa sosialisasi ini di menjelang berakhirnya semester 6. Siapa yang sosialisasiin? Pak kades? wkwk bukan yaa, yang sosialisasiin LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) univ melalui Zoom Meeting.
Isi sosialisasi sebelum pendaftaran KKN yaa seputar KKN secara umum, sistem pembagian lokasi penugasan (termasuk ada data lokasinya), kuota tiap lokasi (jadi udah bisa nembak, bakal pilih mana, kalo peraturan univku: bisa milih kecamatan dan gak bisa milih desa), cara mendaftar, dll..
Nah, kalau setelah mendaftar di laman Sistem Informasi Akademik univ, ngumpulin berkas ke fakultas (mungkin tiap univ sistemnya beda yaa, jadi perhatiin betul-betul waktu sosialisasi, Kawans), dan pembagian lokasi penugasan (iyap! Jadi tau deh bakal sekelompok sama siapa)… sosialisasinya udah dipisah-pisah tiap kabupaten (sebelumnya mah satu ruang Zoom isinya se-univ) dan isinya tentang program kerja (mungkin karena tiap kabupaten punya potensi masing-masing yaa). Selain itu, ada satu waktu di Zoom yang dikhususin buat milih Kormakab (Koordinator Mahasiswa tingkat Kabupaten) dan Kormacam (Koordinator Mahasiswa tingkat Kecamatan).
Nah, kalau Kormades (Koordinator Mahasiswa tingkat Desa) dipilihnya (kalo akuu) pas temu perdana sekelompok (sedesa) KKN, jadilah Kawans… setelah udah jelas bakal sekelompok sama siapa (fyi, kelompokku ada 12 yang berasal dari 9 fakultas yang berbeda dan 12 jurusan yang berbeda), gass langsung satset buat agendain temu perdana, lebih cepat lebih baik yaa karena kekosongan pemimpin itu rasanya kurang enak, Kawans. Setelah adanya Kormades, lanjut pembagian divisi penugasan. Aku? aku di divisi pendidikan nih. Selain itu, aku ada referensi topik yang semoga bisa disesuaikan sama situasi dan kondisi Kawans yaa: Kapan survei? Target survei apa aja? Kalau (misal) bisa milih, mau posko (tempat pulang selama KKN) yang kayak gimana? Piket poskonya gimana? Kebutuhan sehari-hari (misal makan, mandi, nyuci) gimana? Barang yang dibutuhin sehari-hari (alat masak, alat tidur, obat, dll) siapa aja yang bawa? Dan gak ketinggalan, mau ketemu lagi kapan?
Piket, ini kelihatannya sepele tapi bener-bener gak boleh disepelein deh. Pas bahas piket ini harus detail kayak tiap harinya mau berapa orang, pembagian tugasnya gimana, dan kalo piket ngapain aja, misalnya masak, nyuci, bersihin toilet, bersihin halaman, nyapu, ngepel, ngelap kaca, merapikan ruangan, dll. Soalnya KKN ini ada banyak kepala dengan banyak latar belakang yang tentu saja berbeda juga. Siapa tahu A nganggep piket itu cuma nyapu aja, B nganggep piket itu memastikan sesisi posko bersih dan semua anggota kenyang, C nganggep piket itu memastikan jam 6 pagi semuanya udah bersih dan kenyang, lalu setelahnya bodo amat, dll..
Sekarang survei yaa, survei ini tujuannya biar kita tau bakal tidur di mana, wkwk. Iya, posko itu tempat pulang, Kawans… jadi semoga dapat yang ternyaman yaa, xixi. Selain itu, biar kita tau potensi dan masalah apa yang ada di desa dan siapa aja mitra yang kayaknya bisa diajak kerja sama (biar setelah kita selesai KKN, programnya masih tetep jalan). Yap, kita wajib tau potensi dan masalah yang ada di desa biar kita juga tau, pas sampai di sana mau melaksanakan program apa. Gimana cara dapetinnya? door to door ke warga? Enggak yaa, melainkan ke perangkat desa, dari situ kita dikasih tau (kalo ga dikasih tau duluan yaa nanya yaa, jangan ngode, xixi) sedikit banyak tentang potensi, masalah, sama mitra. Dari situ kita yang melanjutkan komunikasi ke mitra (pas awal, perangkat desa nganter ke beberapa instansi kok). Wow, berarti real ke desa bakal KKN-nya? sendirian? Iyap, betul. Ke lokasinya sama temen sekelompok tentunya yaa. Tips nih, kalau bisa ke sananya weekdays dan kalau bisa jam 7.30 udah sampai sana biar pas survei kedua tinggal ‘nambal-nambalin’ informasi aja.
Setelah survei, kita mesti diskusiin sama temen sekelompok buat program kerja sementara (tentatif). Kayak yang udah disinggung tadi, cara nentuin program kerja itu dari masalah, potensi, dan satu lagi kalo bisa Kawans juga bisa memanfaatkan ilmu yang udah Kawans dapat semasa belajar di bangku S-1. Kemudian, pas sampai lokasi (iyaa, hari pertama KKN) dipastiin lagi ke mitra-mitranya biar maksimal hari kelima KKN udah jadi program kerja definitif.
Sebelum ke hari kelima KKN, kita ke masa kemas-kemas dulu yuk, wkwk. Nah, aku saranin sebisa mungkin secepatnya kemas barang biar kalau seiring berjalannya waktu (sebelum hari keberangkatan tentunya yaa) ada yang kelewat, bisa segera dilengkapi. Bawanya apa aja? Nah, itu menyesuaikan situasi kondisi. Pertama, misal Kawans di barang kebutuhan kelompok, disuruh bawa setrika, yaa bawa aja. Kedua, barang pribadi, aku saranin bawa yang penting-penting aja yaa, misal pakaian deh, kalau aku bawa 5 atasan dan 5 bawahan (termasuk kemeja, batik, kaos biasa, dan kaos olahraga serta kulot, celana santai, dan celana olahraga). Nah, terus ini aku ada referensi niih, siapa tau bisa jadi referensii
KEBUTUHAN KELOMPOK:
- Rice cooker
- Ember
- Setrika
- Galon
- Kompor dan peralatan memasak lainnya
- Stopkontak
- Kasur
- Seprei
- Beras
- Saos
- Kecap
- Obat secara umum
- Karpet
- Tempat sampah
- Dll
KEBUTUHAN PRIBADI:
- Seperangkat peralatan ibadah
- Peralatan dan perlengkapan mandi
- Peralatan makan
- Bantal
- Selimut
- Pakaian
- Jas almamater
- Alat tulis
- Buku bacaan
- Laptop dan kelengkapannya
- Uang
- Payung
- Gantungan dan penjepit pakaian
- Dll
Banyak ya? Berarti harus pake koper, Ya? Enggak kok, kayak aku yang belum punya koper yaa pakai ransel, kardus, ember sama kresek. Bawanya gimana? Kawans bisa sewa mobil bak terbuka yaa, sewanya kalo bisa bareng sama temen sekelompok (satu bak bisa muat barang-barang 12 orang kok).
TENGAH
Emang KKN itu sepekan pertama sama terakhir santai, sedangkan selain di dua waktu itu sibuk banget ya? Gak bisa ngaso ya? Engga, karena sepengalamanku... aktivitas dari hari ke harinya bisa dikatakan konsisten dan itu rasanya enak banget*kayak makanan aja, wkwk* terus aku jadi mikir, “Ternyata ini akibat jalan santai tiap hari dan hampir tanpa henti? Hasilnya? Hampir gak pernah cape dong…” Kalopun cape yaa menurutku itu wajar dan sama sekali gak terkenang di memori bahwa "KKN itu Kuliah Kerja Nguli yang bikin cape", sama sekali engga, jadilah aku menikmati masa KKN ini. Oiya, aku juga bisa ngaso bahkan dalam konteks yang lebih luas: tidur yang menurutku cukup karena kalo bangun itu seringnya ngerasa lebih baik dari sebelum tidur alias kayak abis diisi ulang baterai, wkwk.
Waah, caranya gimana? Bikin catatan detail tentang jadwal yaa, Kawans. Kan udah survei tuh, terus dikira-kira, ditarget, ditimbang-timbang, terus sebisa mungkin dijalani sesuai rencana awal. Aku saranin juga ditulis tangan biar lebih ngena dan bisa dilihat siapa aja, soalnya kalau di kertas bisa lebih enak (misal) bikin anak panah miring ke mana pun dengan bebas dan dengan warna apa aja biar lebih memudahkan Kawans bahwa (misal) warna ini rencana A, warna ini target, dll. Nah, catatan-catatan itulah yang bakal jadi bekal buat Kawans ngelakuin kegiatan (biasanya namanya program kerja) selama mengabdi di desa tempat Kawans bertugas sebagai mahasiswa KKN.
Berkaitan sama program kerja, tadi aku sempet ngasih tau kalo aku ada di divisi pendidikan yaa. Yap, kayak di organisasi, ada divisi-divisi biar jalannya terstruktur. Tapi aslinya saling back up, saling kerja sama, saling bantu, intinya saling-saling deh.
Biar saling-saling itu (harapannya) berjalan mulus sampai akhir, tiap anggota sebisa mungkin punya kemampuan komunikasi, memahami, menerima, mengikhlaskan, dan memaafkan*yaa, gak beda jauh sama hubungan dua orang gituu, xixi*. Yap, tiap anggota sebisa mungkin bisa bilang kalau ada sesuatu yang gak enak, bisa bilang kalau hal ini enak dan harus dipertahankan, dan kuncinya nyampein dengan baik yaa. Sarana terbaiknya menurutku rapat evaluasi tiap kegiatan hari itu udah selesai, di sana bisa banget tuh diskusi, kita bercerita tentang hari ini*asiik* dan bahkan bisa juga diskusi buat ngerencanain gimana hari esok.
Berarti warga yang desanya kedapetan KKN enak banget ya, Ya? Dari aku harapannya iyaa. Selain itu, mahasiswa yang bisa ngerasain KKN juga enak kok, kerasa banget manfaatnya, pengalaman, wawasan, ilmu, intinya hayuu kalo Kawans bisa coba, kuyy cobain. Apalagi kalo Kawans dari awal niatnya lurus, insyaAllah bisa ngerasain luar biasanya dampak tulus yang bikin KKN itu Kuliah Kerja Nangis karena seterharu itu:')
AKHIR AJA
Kayaknya mulus banget ya, Ya? Itu semua salah satu faktornya karena temen sekelompokku punya kemampuan yang aku garis bawahi di bagian sebelum ini, soalnya kemungkinan yaa… seambis apapun Kawans, kalo temen sekelompoknya gak punya kemampuan itu yaa rasanya kurang enak, tapi jangan karena itu… Kawans jadi, "Dasar ya, temen KKN-ku, aku jadi gak bisa menikmati KKN, bukannya Kuliah Kerja Nyata, malah Kuliah Kerja Ngenes!" Karena siapa tau ternyata Kawans sendiri yang bikin ngenes temen sekelompok:v Nah, sekarang Kawans doa aja semoga dapat kawan KKN yang baiik*kalo udah doa tapi ternyata dapatnya yang menurut Kawans kurang sesuai, berarti mungkin Tuhan pengin liat 'seberapa sabarkah kawans?'* xixi, gapapa... anggap aja ujian*ngomongin orang gampang yaa, wkwk*
Oiyaa, kepanjangan KKN yang bener. Aku yakin Kawans udah tau bahwa KKN itu Kuliah Kerja Nyata yaa, jadi semoga Kawans sebisa mungkin bisa memanfaatkan ilmu (gak cuma ilmu akademik kok) di setiap detik selama bertugas di lokasi KKN Kawans sekalian secara nyata. Semangat bermanfaat sebermanfaat-manfaatnya menurut versi Kawans sekalian~
AKHIR BANGET
Semoga bermanfaat yaa, Kawans. Kalo ada yang ingin didiskusikan, boleh banget di kolom komentar yaa
