Manfaat Tak Terduga Menjadi Staff Divisi Acara

Pandemi tak menutup kemungkinan untuk manusia berkreasi, berinovasi, dan berekspresi demi kemajuan sesamanya. Salah satunya dengan bergabung bersama organisasi positif yang dapat mengembangkan minat bakat yang dimilikinya.

 

Gak cuma minat bakat, setelah dijalani ternyata ada berbagai manfaat tak terduga seperti yang saya (dan mungkin teman-teman saya) alami. Ya, saya tergabung dalam suatu organisasi sosial nirlaba sebagai salah satu staff (yang orang-orang biasanya menyebut dengan) divisi Acara.

 

Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, di divisi tersebut saya bebas berkreasi, berinovasi, dan berekspresi tentunya bersama manusia-manusia tulus yang semoga surga tengah menanti kedatangan mereka.

 

Hanya kontribusi yang diberi dan tidak mengharap balas budi, tetapi tetap saja saya (dan mungkin teman-teman saya juga) merasa mendapat banyak sekali balas budi tak langsung yang sangat tak terduga sebelumnya, mungkin kalau di proposal kegiatan, inilah yang disebut dengan luaran manfaat acara.

 

Oiya, acara yang saya dan teman-teman saya buat adalah pelatihan soft skill yang bentuknya serupa tapi tak sama dengan webinar karena ada beberapa perbedaan yang akan saya jelaskan pada kalimat-kalimat berikutnya. Dan berikut akan saya bocorkan kalimat-kalimat tersebut yang berkesinambungan dengan manfaat tak terduga tersebut:

 

Menjadi lebih paham mengenai pentingnya legalitas

Sasaran acara ini adalah siswa-siswi SMK yang ada di suatu daerah, tetapi kami tetap membukanya untuk umum. Oleh karena kami menginginkan mayoritas peserta yang mengikuti acara kami adalah sasaran utama kami, sedangkan berdasar riset lapangan, sasaran kami kurang memiliki minat terhadap acara seperti ini, jadilah kami membagikan undangan kepada mereka. Hasilnya, kami memperoleh respon positif dari sasaran kami sesuai dengan yang kami harapkan. Kebetulan, sebelumnya kami pernah membuat acara seperti ini tetapi tanpa adanya undangan yang hasilnya kurang sesuai dengan sasaran yang tertulis di proposal acara.

 

Menjadi tahu pentingnya mengatur pengaturan whatsApp agar semua orang bisa menambahkan ke grub

Setelah mengisi formulir pendaftaran acara, calon peserta mendapat tautan undangan grub yang nantinya akan digunakan untuk membagi informasi terkait acara. Entah karena calon peserta kehilangan koneksi internet atau malas untuk bergabung ke grub whatsApp sehingga mereka tidak bergabung ke grub, intinya saat saya mengecek jumlah pendaftar dan jumlah yang ada di grub, hasilnya tidak sama (lebih banyak jumlah pendaftar). Karena saya berpikir positif bahwa mereka yang tak tergabung grub whatsApp alasannya terkait koneksi internet, maka kami mengecek satu-satu siapa saja yang belum tergabung dalam grub.

Saat proses penambahan calon peserta tersebut, ada beberapa yang tidak bisa ditambahkan dan harus diundang dengan tautan yang dikirim melalui personal chat. Coba saja kalau panitianya tidak seperti kami, mungkin saja tidak akan dicek satu demi satu. Alhasil, akan merugikan calon peserta karena sudah mendaftar yang membutuhkan waktu beberapa menit. 

 

Semakin paham pentingnya integritas

Kerap kali saya membaca dan/atau mendengar bahwa negeri ini tak cukup dengan orang pintar saja, tetapi juga orang berintegritas. Saya yakin bahwa yang membaca dan/atau mendengar itu tidak hanya saya, melainkan banyak orang di luar sana juga ikut membaca dan/atau mendengarnya. Namun, miris sekali rasanya, masih ada yang kurang berintegritas seperti yang saya temui pada peserta acara yang kami buat.

Di formulir yang saya bagikan pada peserta acara, di sana terdapat 2 pertanyaan dengan jawaban berupa unggahan tangkapan layar berupa bukti 2 hal yang mereka harus lakukan terkait acara, tetapi ketika saya cek ada yang hanya melakukan 1 kegiatan tetapi diunggah di 2 pertanyaan tersebut.

Kalau boleh berpikir positif, mungkin mereka yang melakukan hal itu karena salah unggah, ponsel error, dll. Namun, ada baiknya mereka konfirmasi pada narahubung yang sudah tertera dengan sangat jelas. Sayangnya, sampai sekarang pelakunya belum ada yang mengonfirmasi.

Yang perlu saya tekankan di sini, bagaimana tanggung jawab di hadapan Tuhan nanti? Mengingat, semua perbuatan pasti ada tanggung jawabnya.

 

Pentingnya keluar grub dengan adab

WhatsApp adalah media sosial yang saat ini paling banyak digandrungi karena banyak sekali aktivitas yang dipindahkan dari dunia nyata ke dunia maya dan lengkap serta mudahnya fitur yang ada di dalam aplikasi tersebut. Salah satunya grub, apabila dianalogi, grub merupakan sebuah ruangan yang kurang baik apabila keluar-masuk tanpa salam dan/atau permisi, apalagi grub tersebut bukanlah grub mati dan/atau berisikan spam.

Seperti yang sudah saya singgung tadi, setelah mengisi formulir, calon peserta akan masuk ke grub. Mirisnya, ada yang baru saja bergabung lalu keluar lagi, entah ada masalah hidup apa, saya kurang tahu. Kalau boleh berpikir positif, mungkin karena LCD ponselnya error sehingga berjalan tanpa kendali.

Kalau tiada masalah, menurut pandangan subjektif saya, harusnya kalau sudah tergabung dan mau keluar izin dulu ke narahubung dan kalau semua peserta dapat berbicara di grub silakan tulis di sana, mengetik "Permisi, izin keluar" apa susahnya?

Atau lebih baiknya, keluarnya menunggu acara selesai saja. Dan lebih baik lagi, kalau memang sudah tidak minat dengan acara, tidak perlu mendaftar sekalian.

  

Ya, sejauh ini itulah manfaat tak terduga yang saya rasakan. Semoga yang membaca ini dapat memanfaatkannya untuk kebaikan, apabila sebaliknya semoga saya tak terkena imbasnya. Saya tunggu masukan Kawans di kolom komentar yaa