Pengguna Sepeda Bencana Besar bagi Perekonomian Indonesia

Tau gak sih? Orang yang mengendarai sepeda di aktivitas sehari-harinya itu jahat banget? Gimana engga? Mereka itu bencana besar buat perekonomian Indonesia. Saya jelasin nih biar kawans yang belum jahat bisa menentukan pilihannya, mau ikutan jahat atau sebaliknya.


Gak bayar pajak

Iya! Pendapatan negarakan salah satunya berasal dari pajak. Sedangkan, pengendara sepeda gak bayar pajak jenis PPnBM dan PKB.

Yaa gimana mau bayar PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah), sepedakan bukan kendaraan bermotor. Sedangkan, salah satu syarat suatu barang dikenai PPnBM itu barang tersebut termasuk kendaraan bermotor.

Terus, gak mungkin juga bayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang tiap tahun dan tiap lima tahun karena udah jelas banget di namanya: PKB yang merupakan singkatan dari Pajak Kendaraan Bermotor.


Gak beli bahan bakar

Bensin? Solar? Buat apa? Tinggal kayuh santai aja udah bisa melaju diiringi angin sepoi-sepoi. Bayangin deh, kalau pengendara sepeda semakin banyak. Salah satu dampak negatifnya omset Pertamina akan turun, sob! Sedangkan, Pertamina itu salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Yaa gak salah lagi, milik negara.


Gak bayar retribusi

Berdasar pengalaman yang saya lihat di tempat wisata, papan informasi tempat parkirnya cuma tertulis lebih kurang begini:

Motor Rp2000

Mobil Rp5000

Iya! Sepeda gak ada datanya. Jadi, kemungkinannya sangat kecil pengendara sepeda bayar parkir kalau di papan informasinya saja tertulis demikian. Sedangkan, beberapa persen dari hasil parkir akan disetorkan sebagai retribusi yang akan masuk ke PAD (Pendapatan Asli Daerah). Nah, andai saja kalau pengendara sepeda itu menggunakan motor atau mobil, bisa nambah PAD-kan?


Gak bayar polis asuransi

Pengendara sepeda juga mayoritas gak pada bayar polis asuransi kendaraan maupun kesehatan dan jiwa mereka. Mungkin mereka berpikir, "Halah, kalau kecelakaan juga mentok-mentoknya paling cuma benjut yang bisa dikompres pakai air anget aja. Kalau rantai lepas juga tinggal benerin sendiri aja udah beres." Emang masuk akal sih, kemungkinan masuk ICU akibat kecelakaan dalam bersepeda itu sangat kecil.


Lebih Sehat

Saya sadarkan lagi ya, pengendara sepeda berusaha menjalankan sepedanya dengan cara mengayuh sepeda menggunakan tenaga yang mereka punya. Oleh karena itu, mereka kemungkinan besar bakal lebih sehat karena kalori yang mereka simpan dalam tubuh itu terbakar di tiap kayuhan mereka. Sedangkan, orang sehat itu gak guna banget bagi perekonomian karena mereka gak beli obat dan gak berobat ke dokter tentunya. Coba pikir, gimana nasib ahli gizi, ahli diet, ahli jantung, dan ahli-ahli lainnya yang berhubungan dengan mereka yang kalorinya berlebih?


Gak perlu bayar dan/atau beli perawatan yang diperlukan

Masih berkaitan dengan ahli-ahli itu, tapi gak berhubungan sama kalori. Ya, gimana nasib bengkel kendaraan bermotor kalau pengendara sepeda semakin membludak? Semoga sih mereka bisa alih profesi ya… Gak cukup sampai di situ, perawatan buat sepeda paling cuma apa sih? Spion aja gak ada, haha.


Gak Nyumbang Asap ke Udara

Tau gak sih? Dengan nyumbang asap akibat kendaraan bermotor itu bisa berpengaruh ke kadar oksigen di udara. Kalau penyumbang asap menipis, penjualan oksigen––dan mungkin tabungnya juga––bakal menurun, sob! Bener-bener bencana buat perekonomian negara sih.



Meskipun begitu, pengendara sepeda ada baiknya dikit karena harus bayar PPN sewaktu beli sepedanya itu. Karenanya, pengendara sepeda gak usah terlalu berkecil hati karena ada yang lebih jahat. Ya, pejalan kaki itu lebih jahat ketimbang pengendara sepeda.

Jadi, gimana nih, kawans? Mau jahat kayak para pengendara sepeda atau engga? Ohya, tulisan ini terinspirasi dari Pak Sanjay Thakrar sang CEO Euro Exim Bank Ltd.