QRIS dan Keris, Serupa tapi Tak Sama

QRIS, salah satu produk Bank Indonesia yang apabila dilafalkan akan terdengar seperti 'keris'. Keris merupakan senjata tradisional berasal dari Jawa Tengah dan mempunyai kesaktian dari dalam. Sedangkan, QRIS merupakan salah satu sistem pembayaran untuk mengintegrasikan seluruh metode pembayaran nontunai.

Saya sebagai pengguna QRIS berpikir, karena hampir samanya kesamaan pelafalan tersebut menjadikan QRIS memiliki kesaktian yang sama tapi tak serupa dengan keris.

 

Bagi pembeli, kesaktian itu berupa mudah dan cepatnya proses transaksi keuangan. Ya, hanya dengan mengepaskan kamera ponsel dengan kode QR atau memilih kode QR yang sudah tersimpan di galeri saja sudah dapat menyelesaikan sebuah transaksi keuangan. Iya! Sobat tidak salah baca kok, hanya menggunakan ponsel saja, sehingga tak perlu membawa uang fisik untuk meminimalisir ketidakbaikan yang tak terduga.

 

Begitu pun untuk penjual yang dapat merasakan kesaktian itu, karenanya saya ingin menyarankan ke penjual untuk menyediakan sistem pembayaran menggunakan QRIS karena berdasar pengalaman pribadi, saya pernah tidak membawa uang fisik sepeser pun. Kemudian, saya mengingat QRIS. Tentu saja saya mencari toko yang menyediakan sistem pembayaran ini agar saya tidak ngutang, wkwk. Dari situ bisa ditarik kesimpulan kalau QRIS menambah omset penjualan, bukan? Selain itu, penjual juga tidak perlu pusing mencari uang kembalian karena nominal yang dibayarkan oleh pembeli kemungkinan besar pas.

 

Apabila semakin banyak yang menerapkan sistem pembayaran QRIS, tentu dampaknya berbanding lurus yaitu semakin banyak juga yang merasakan kesaktian QRIS karena QRIS sangat mempermudah transaksi keuangan.


Jadi, gimana nih? Tertarik, bukan? Kalau ada yang ingin ditanyakan, tanyakan saja ya...


#BanggaPakaiQRIS #TransaksiPakaiQRIS #MayuhNganggoQRIS