Tentang Hikmah: Mahasiswa Pengguna Smartphone RAM 1,5 GB

Mungkin di benak banyak orang, mahasiswa identik dengan gaya hidup mewah, harta berlimpah, smartphone yang ‘wah’, dan sejenis itu. Padahal, tidak saklek seperti itu, coba gali lebih dalam lagi dan kamu akan menemukan harta karun:v

Saya bisa mengatakan seperti itu karena itu merupakan pengalaman saya: mahasiswa pengguna smartphone dengan RAM 1,5 GB/ROM 8 GB ditambah baterainya yang wajib banget diisi ulang minimal 10 jam untuk bisa penuh.

Ya, tulisan ini ditulis untuk menginspirasi kawan sesama mahasiswa, calon mahasiswa, dan siapapun yang membutuhkannya, jadi kalo ga termasuk kategori itu silakan skip. Di tulisan ini juga ada beberapa tips jika menggunakan smartphone sederhana sedangkan aktivitas tidak sederhana.

Ohya, perkenalkan. Saya mahasiswa semester 3 di salah satu perguruan tinggi negeri yang masih bisa hidup baik di kehidupan pribadi, kampus, maupun organisasi dengan normal dan sejauh ini tidak ada hambatan yang berarti.

Fyi, sejak masuk bangku kuliah sampai sekarang, saya menjalaninya dengan metode dalam jaringan (daring) mengingat belum turunnya peraturan untuk kuliah tatap muka. Metode pembelajaran tersebut, pada dasarnya harus memiliki perangkat canggih, karenanya saya pun mengandalkan perangkat canggih saya dengan harapan akan mendapat ilmu yang bermanfaat.

Tidak hanya kuliah yang daring, organisasi yang saya ikuti juga daring: saya tergabung di salah satu organisasi pendidikan nirlaba, di sana saya menjadi admin. Ya, admin yang mengelola media sosial (Instagram, youtube, dan zoom) yang pada dasarnya harus memiliki perangkat canggih juga. Dan, tak jauh dari dunia perkuliahan, Alhamdulillah saya tetap bisa menjalaninya.

Nah, berikut kisahnya~

1.   Hanya menginstal aplikasi yang diperlukan

Meskipun sudah diakali dengan menambahkan memori eksternal 16 GB, tetapi tentu saja tak bisa seenaknya meng-install aplikasi di Play Store mengingat hanya dibekali ROM 8 GB (setengah di antaranya sudah dipenuhi aplikasi bawaan)

Ditambah, besar ukuran aplikasi di Play Store menurut saya sedikit menipu: saat itu saya akan meng-install sebuah aplikasi berukuran lebih kurang 10an MB, ROM saya masih tersisa +- 2 GB dan memori eksternal masih +- 10 GB. Meskipun begitu, saya harus melepaskan beberapa aplikasi lain terlebih dahulu agar bisa menginstal aplikasi tersebut.

Alhasil, saya pun melepaskan aplikasi-aplikasi tersebut, lalu meng-install aplikasi yang saya inginkan. Setelah tidak digunakan saya langsung uninstall dan meng-install aplikasi yang sempat saya lepas. ~Terkait aplikasi ini, tolong jangan diterapkan in a relationship:)

2.Hampir tiap waktu wajib hapus file

Kuliah online, tetapi media pembelajarannya beda-beda tiap dosen. Ada yang melalui WhatsApp, Line, Google Meet, dan Zoom Meeting.

-          Kalau yang lewat WhatsApp, saya harus langsung mendengarkan pesan suara dosen sekaligus mencatatnya agar bisa mendengarkan pesan suara selanjutnya. Yap, setelah saya catat isi pesan suaranya, biasanya langsung saya hapus, hehe. Tak hanya pesan suara, pesan-pesan yang lain pun biasanya langsung saya hapus. 

Hikmahnya tentu ada, saya jadi baca satu-satu (walau sekilas) semua pesan grub yang ada, soalnya barangkali penting tapi kehapuskan (kalau kata orang Tegal) eman-eman.

-          Kalau Line, karena di sini gak ada komunikasi lain selain kuliah (kalau di WhatsApp ada komunikasi sama kerabat, jadi saya gak menerapkan ini, takut pas datanya dihapus ada kerabat yang menelepon atau lainnya). Oleh karena itu, setelah kuliah selesai saya pasti menghapus seluruh data aplikasinya. Jadi, sepuluh menit sebelum kelas dimulai saya harus selalu login dan sinkronasi data. Hikmahnya juga pasti ada, saya seringnya gak telat masuk kelas, xixi

-          Kalau Google Meet paling aman menurut saya: database aplikasinya sedikit (gak kaya Line yang bisa sampai 100 MB), jadi jarang hapus data.

Kalau organisasi, yang tiap hari banget itu Instagram. Jadinya sama kayak Line, kalau udah selesai unggah seringnya langsung hapus data dan kalau mau ngunggah lagi wajib login + ke pengaturan => Akun => Postingan Asli => Nonaktifkan semua yang ada~ soalnya kalau lupa, (apalagi kalau video) bisa gagal unggah gegara memori internal penuh.

3.  Sering restart hp dan membersihkan sampah

Kalau ini sepertinya pengguna RAM 10 GB pun harus beberapa kali restart hp dan membersihkan sampah (cache, screenshot, dll yang udah ga guna), tetapi mungkin tidak sesering pengguna smartphone 1,5 GB dengan aktivitas padat yang lebih kurang tiga hari sekali wajib merestart dan bersih-bersih, kalau ingin ada progress sistem operasinya.

Yang bikin ‘gimana gitu’  kalau sudah kepepet mau digunakan tapi lupa belum restart, alhasil wajib nginget-nginget terus biar gak sampai lupa restart dan bersih-bersih~

Oleh karena itu, untuk kamu calon mahasiswa yang memiliki smartphone dengan RAM yang menurutmu kecil, tolong jangan minder, insecure, takut gak bisa ngerjain tugas, atau sejenisnya ya… Termasuk buat para orang tua yang anaknya akan menyandang status sebagai mahasiswa pun tak perlu terlalu memeras keringat hanya untuk membelikan smartphone branded, kalau ada kebutuhan lain, lebih baik penuhi kebutuhan lain dulu~


Sekian, kalau ada masukan atau lainnya, silakan di kolom komentar.

Terima kasih:)